
'Alat sirine itu harus standby, harus dalam kondisi bagus, karena alat tersebut adalah alat sebagai tanda pemberi peringatan dini kepada masyarakat sekitar apabila terjadi bahaya Tsunami,' ungkap Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera, Sabtu,(26/1) di Denpasar, Bali.
Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasang sirine di enam titik di sekeliling radius berbahaya dari di Kabupaten Karangasem Bali. Ini untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika Gunung Agung meletus dan membahayakan masyarakat. Sirine ini dikenal dengan nama iRaditif (iCast Rapid Deployment Notification System) yang merupakan sirine mobile yang dapat dipindahkan dengan kendaraan. BNPB mendatangkan secara khusus dari Gudang Peralatan BNPB di Sentul Bogor ke Karangasem setelah Gunung Agung naik status Awas. Bunyi sirine ini mampu menjangkau radius 2 kilometer, bahkan dapat lebih jauh jika suara terbawa angin. Tujuan pemasangan sirine ini adalah memberikan peringatan tanda bahaya dari letusan Gunung Agung kepada masyarakat.
“Sirine ini hampir mirip dengan sirine tsunami, namun dapat dipindahkan. Jadi bukan mendeteksi gunung akan meletus, tapi hanya mengkhabarkan bunyi sirine sebagai tanda ada bahaya,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya, Sabtu (30/9/2017). Enam lokasi sirine terdapat di Polsek Selat, Polsek Rendang, Pos Polisi Tianyar, Polsek Kubu, Koramil Kota Karangasem, dan Koramil Abang. Mekanisme kerjanya manual. Sirine dibunyikan oleh petugas atau operator sirine setelah mendapat perintah dari petugas di Posko Utama Tanah Ampo Karangasem. Posko terhubung dengan Pos Pengamatan Gunung Agung yang memberikan informasi tentang bahaya letusan.
Petugas posko didukung analisis data lainnya memberikan perintah kepada operator sirine untuk membunyikan sirine. Komunikasi dilakukan dengan radio komunikasi (HT) dan handphone. Agar terkoneksikan semua jaringan komunikasi antara operator sirine, posko, dan pos pengamatan Gunung Agung maka BNPB memasang beberapa repeater dan rig untuk radio komunikasi.
“BNPB masih menyiapkan sistem pengendali otomatis untuk membunyikan sirine. Sistem pengendali otomatis ini sudah banyak dipasang pada sirine peringatan dini tsunami. Kendalanya adalah belum semua lokasi bisa dijangkau radio komunikasi,” kata dia lagi. Selain itu, BNPB telah memasang rambu-rambu peringatan bahaya di 54 titik. Rambu ini adalah pemberitahuan kepada masyarakat posisinya terhadap radius berbahaya Gunung Agung.

Rambu peringatan ini tertulis 'Saat ini Anda berada di radius 9 kilometer dari puncak Gunung Agung'.
Quotes: [ opening narration] Water. Chitti tv tamil shows free downloads full.
ADAKITANEWS, Tulungagung – Rutinitas warga di Pantai Sidem Desa Besole Kecamatan Besuki Tulungagung, Kamis (14/09) siang, panik saat suara sirine tanda bencana tsunami dari speaker musala berbunyi. Berikutnya, disusul bunyi kentongan yang bersahutan, sebagai tanda akan terjadi bencana tsunami. Beberapa saat sebelumnya di kawasan itu dikejutkan dengan gempa bumi yang terjadi di pesisir selatan jawa dengan kekuatan 7,9 SR. Setelah mendengar raungan sirine bencana tsunami, seluruh warga pantai sidem yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan, lari berhamburan menyelamatkan diri ke arah bukit.